MENGANALISIS PEREKONOMIAN DI INDONESIA TAHUN 2016
Pendahuluan
Perekonomian adalah
sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa
sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam
sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Dalam tugas
ini saya akan mencoba menganalisis bagaimana sektor perekonomian indonesia pada
tahun 2016. Analisis ini diangkat dari aspek Industri Pengolahan ( Manufaktur )
sebagai salah satu penguat dalam sektor perekonomian indonesia.
ISI
SEKTOR
INDUSTRI PENGOLAHAN (MANUFAKTUR)
Sektor
industri yang berkembang sampai saat ini ternyata masih didominasi oleh
industri padat tenaga kerja, yang biasanya memiliki mata rantai relatif pendek,
sehingga penciptaan nilai tambah juga relatif kecil. Akan tetapi karena
besarnya populasi unit usaha maka kontribusi terhadap perekonomian tetap besar.
Terdapat tiga unsur pelaku ekonomi yang mendukung perkembangan sektor industri,
yaitu Badan Usaha Milik Swasta ( BUMS ), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan
pengusaha kecil / menengah, serta koperasi ( PKMK ).
Mencermati
hasil pembangunan dan perkembangan industri selama 30 tahun dan juga dalam
rangka mencari jalan keluar akibat krisis ekonomi pada tahun 1998.
Sasaran pembangunan industri untuk
masa 2012 sampai dengan 2016 ditetapkan sebagai berikut :
1.
Sektor industri manufaktur
(nonmigas) ditargetkan tumbuh dengan laju rata – rata 8,58 persen per tahun.
Target peningkatan kapasitas utilasi khususnya subsektor yang masih berdaya
asing sekitar 81 persen.
2.
Target penyerapan tenaga kerja dalam
lima tahun mendatang adalah sekitar 500 ribu per tahun (termasuk industri
pengolahan migas).
3.
Terciptanya iklim usaha yang lebih
kondusif baik bagi industri yang sudah ada maupun investasi baru dalam bentuk
tersedianya layanan umum yang baik dan bersih dari KKN, sumber – sumber
pendanaan yang terjangkau, dan kebijakan fiskal yang menunjang.
4.
Peningkatan pangsa sektor industri
manufaktur di pasar domestik, baik untuk bahan baku maupun produk akhir.
5.
Meningkatnya volume ekspor produk
manufaktur dalam total ekspor nasional.
6.
Meningkatnya proses alih teknologi
dari foreign direct investment (FDI)
7.
Meningkatnya penerapan standarisasi
produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing produk nasional.
8.
Meningkatnya penyebaran sektor
industri manufaktur ke luar Pulau Jawa, terutama industri pengolahan hasil
sumber daya alam.
Program
pokok pengembangan industri manufaktur, meliputi :
1.
Program pengembangan industri kecil
dan menengah. Dalam hal ini, secara alami IKM memiliki kelemahan dalam
menghadapi ketidakpastian pasar, mencapai skala ekonomi, dan memenuhi sumber
daya yang diperlukan sehingga untuk mencapai tujuan program ini, pemerintah
membantu IKM dalam mengatasi permasalahan yang muncul akibar dari kelemahan
alami tersebut.
2.
Program peningkatan kemampuan
teknologi industri. Hal ini mengingat, secara umum pengelola industri nasional
belum memandang kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi layak dilakukan
karena dianggap memiliki eksternalitas yang tinggi berjangka panjang dan dengan
tingkat kegagalan yang tinggi. Ini dapat ditunjukkan dari masih miskinnya
industri nasional dalam kepemilikan sumber daya teknologi.
3.
Program penataan struktur industri.
Tujuan program ini adalah untuk memperbaiki struktur industri nasional, baik
dalam hal penguasaan pasar maupun dalam hal kedalaman jaringan pemasok bahan
baku dan bahan pendukung, komponen, dan barang setengah jadi bagi industri
hilir.
KESIMPULAN
Perekonomian
indonesia dari tahun 2014 sampai tahun 2016 terjadi terus mengalami kenaikan
walaupun tidak siknifikan. kenaikan ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu
dalam perekonomian. Faktor tersebut terdiri dari faktor yang mempengaruhi dan
faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut. Faktor yang
mempengaruhi salah satunya Industri Pengolahan. Kita patut bersyukur karena
kita dapat menurunkan tingkat penganguran dengan membuka lapangan pekerjaan
sehingga mengurangi pengangguran di Indonesia.
Saya
menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan
lebih fokus dan detail lebih menjelaskan tentang analisis di atas dengan sumber
– sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan analisis yang telah di jelaskan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan analisis yang telah di jelaskan.