Senin, 17 Oktober 2016

PEREKONOMIAN INDONESIA

MENGANALISIS PEREKONOMIAN DI INDONESIA TAHUN 2016

Pendahuluan
Perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Dalam tugas ini saya akan mencoba menganalisis bagaimana sektor perekonomian indonesia pada tahun 2016. Analisis ini diangkat dari aspek Industri Pengolahan ( Manufaktur ) sebagai salah satu penguat dalam sektor perekonomian indonesia.

ISI

SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN (MANUFAKTUR)

Sektor industri yang berkembang sampai saat ini ternyata masih didominasi oleh industri padat tenaga kerja, yang biasanya memiliki mata rantai relatif pendek, sehingga penciptaan nilai tambah juga relatif kecil. Akan tetapi karena besarnya populasi unit usaha maka kontribusi terhadap perekonomian tetap besar. Terdapat tiga unsur pelaku ekonomi yang mendukung perkembangan sektor industri, yaitu Badan Usaha Milik Swasta ( BUMS ), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha kecil / menengah, serta koperasi ( PKMK ).
Mencermati hasil pembangunan dan perkembangan industri selama 30 tahun dan juga dalam rangka mencari jalan keluar akibat krisis ekonomi pada tahun 1998.                 Sasaran pembangunan industri untuk masa 2012 sampai dengan 2016 ditetapkan sebagai berikut :
1.    Sektor industri manufaktur (nonmigas) ditargetkan tumbuh dengan laju rata – rata 8,58 persen per tahun. Target peningkatan kapasitas utilasi khususnya subsektor yang masih berdaya asing sekitar 81 persen.
2.    Target penyerapan tenaga kerja dalam lima tahun mendatang adalah sekitar 500 ribu per tahun (termasuk industri pengolahan migas).
3.    Terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif baik bagi industri yang sudah ada maupun investasi baru dalam bentuk tersedianya layanan umum yang baik dan bersih dari KKN, sumber – sumber pendanaan yang terjangkau, dan kebijakan fiskal yang menunjang.
4.    Peningkatan pangsa sektor industri manufaktur di pasar domestik, baik untuk bahan baku maupun produk akhir.
5.    Meningkatnya volume ekspor produk manufaktur dalam total ekspor nasional.
6.    Meningkatnya proses alih teknologi dari foreign direct investment (FDI)
7.    Meningkatnya penerapan standarisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing produk nasional.
8.    Meningkatnya penyebaran sektor industri manufaktur ke luar Pulau Jawa, terutama industri pengolahan hasil sumber daya alam.

Program pokok pengembangan industri manufaktur, meliputi :
1.    Program pengembangan industri kecil dan menengah. Dalam hal ini, secara alami IKM memiliki kelemahan dalam menghadapi ketidakpastian pasar, mencapai skala ekonomi, dan memenuhi sumber daya yang diperlukan sehingga untuk mencapai tujuan program ini, pemerintah membantu IKM dalam mengatasi permasalahan yang muncul akibar dari kelemahan alami tersebut.
2.    Program peningkatan kemampuan teknologi industri. Hal ini mengingat, secara umum pengelola industri nasional belum memandang kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi layak dilakukan karena dianggap memiliki eksternalitas yang tinggi berjangka panjang dan dengan tingkat kegagalan yang tinggi. Ini dapat ditunjukkan dari masih miskinnya industri nasional dalam kepemilikan sumber daya teknologi.
3.    Program penataan struktur industri. Tujuan program ini adalah untuk memperbaiki struktur industri nasional, baik dalam hal penguasaan pasar maupun dalam hal kedalaman jaringan pemasok bahan baku dan bahan pendukung, komponen, dan barang setengah jadi bagi industri hilir.

KESIMPULAN

Perekonomian indonesia dari tahun 2014 sampai tahun 2016 terjadi terus mengalami kenaikan walaupun tidak siknifikan. kenaikan ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu dalam perekonomian. Faktor tersebut terdiri dari faktor yang mempengaruhi dan faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut. Faktor yang mempengaruhi salah satunya Industri Pengolahan. Kita patut bersyukur karena kita dapat menurunkan tingkat penganguran dengan membuka lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran di Indonesia.

Saya menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail lebih menjelaskan tentang analisis di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan analisis yang telah di jelaskan.